SEJARAH DESA

Sejarah Desa

Asal-usul/Legenda Desa

Adapun asal nama Sumberlesung ini menurut cerita dulu adalah waktu nenek moyang membabat hutan pertama kali, lalu membuat pemandian untuk pengikutnya. Sumber mata airnya ternyata ada didekat sebuah batu yang berbentuk lesung. Sumber tersebut terletak di dekat stasiun KA Ledokombo yang masih dalam wilayah Dusun Karang Kebun. Kemudian para penduduk memberi nama tempat tersebut Sumber Batu Lesung. Lama kelamaan untuk mempermudah pengucapan dirubah menjadi Sumberlesung.

 Desa Sumberlesung ini kemudian dibagi menjadi 5 ( lima ) pedukuhan yaitu ; Pedukuhan Krajan, Pedukuhan Lao’ Kebun, Pedukuhan Bireh, Pedukuhan Sumberlesung, dan Pedukuhan Sumberlesung Onjur. Adapun asal usul nama masing-masing Pedukuhan yaitu ;

a.     Pedukuhan Krajan

Pemilik daerah atau babatan ini dulunya adalah Kaki Beni. Daerah ini dulunya sepi lalu setelah Kaki Beni beranak pinak dan ada pendatang lain menjadi lebih ramai atau orang menyebutnya Hardjo. Lama kelamaan orang menyebut tempat yang Hardjo ini menjadi Krajan. Kaki Benin ini sekarang dimakamkan di pemakaman umum Desa Ledokombo

b.     Pedukuhan Lao’ Kebun

Pemilik daerah atau babatan ini dulunya adalah Pak Besah. Waktu dia mendirikan rumah miji tidak bertetangga. Waktu malam yang kelihatan hanya lampunya saja. Karena lampu ini kelihatan di sebelah selatan pusat desa maka disebut Lao’ Kebun. Makam Pak Besah ini terletak di timur laut stasiun KA Ledokombo, orang menyebut makam tersebut adalah Budjuk-keramat dan masih dipeihara hingga saat ini.

c.     Pedukuhan Bireh

Pemilik daerah atau babatan pertama kali adalah Pak Bireh. Orang menyebut daerah ini adalah Karang Pak Bireh, kemudian lama-kelamaan lebih lumrah orang menyebut daerah ini Karang Bireh. Makam Pak Bireh ini sampai sekarang masih dipelihara oleh masyarakat sekitarnya.

d.     Pedukuhan Sumberlesung Lao’

Pemilik daerah atau babatan ini dulunya adalah Djei (Mbah) Nuri. Karena letak daerah ini di sebelah selatan pusat desa maka orang menyebutnya Sumberlesung Lao’ (selatan = lao’ (bahasa Madura). Makam Djei Nuri ini masih dipelihara juga sampai saat ini.

e.     Pedukuhan Sumberlesung Onjur

Daerah ini terletak agak rendah dibanding pusat desa, dengan meniru arah sungai dari hulu (daerah yang lebih tinggi) ke hilir (daerah yang lebih rendah) atau orang menyebut dari oloh ke onjur maka orang menyebut daerah yang rendah itu Onjur. Sampai saat ini orang lazim menyebut daerah itu Sumberlesung Onjur.

2.1.2. Sejarah Pemerintahan Desa

Asal mula Desa Sumberlesung ini dulunya masih menjadi satu dengan Desa Ledokombo. Sebelum pecah Desa Ledokombo dengan Desa Sumberlesung, masih menjadi bagian dari sebuah kecamatan yang bertempat di Sukowono. Di Ledokombo ada perwakilan kecamatan yaitu satu orang Petinggi yang disebut Bekkel. Untuk memperlancar jalannya pemerintahan maka Desa Ledokombo ini dibagi menjadi dua desa yaitu Desa Ledokombo dan Sumberlesung.

Desa Sumberlesung dibagi menjadi lima pedukuhan yaitu:

Pedukuhan Krajan sekarang menjadi Dusun Krajan

Pedukuhan Lao’ Kebun sekarang menjadi Dusun Karang Kebun

Pedukuhan Bireh sekarang menjadi Dusun Karang Bireh

Pedukuhan Sumberlesung sekarang menjadi Dusun Lao’

Pedukuhan Sumberlesung Onjur sekarang menjadi Dusun Onjur

Adapun susunan pemerintahan desa yang ada sampai saat ini yaitu : seorang Petinggi yang disebut Kepala Desa. Seorang Carik sebagai penanggung jawab administrasi sekarang disebut Sekretaris Desa. Seorang Kampung yang mengepalai satu pedukuhan disebut Kasun (Kepala Dusun). Kepala Kampung dibantu seorang Kabayan, Ulu-ulu banyu, Modin. Ulu-ulu banyu bertugas mengatur masalah pengairan sawah. Modin mengurusi masalah perkawinan penduduk.

 

Tabel 1. Sejarah Pemerintahan Desa

NAMA-NAMA LURAH / KEPALA DESA

SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA DESA SUMBERLESUNG

 

No

Periode

Nama Kepala Desa

Keterangan

1

Tidak diketahui

DULAMSAM

Sumberlesung Krajan

2

Tidak diketahui

SABITO SABELI

Sumberlesung Krajan

3

Tidak diketahui

P. MA ABUBAKAR

Sumberlesung Krajan

4

1948 – 1969

P. SARI KARYO

Sumberlesung Krajan

5

1969 – 1983

H.S. FATHOLLAH

Karang Kebun

6

1984 – 1994

ABDURRAHMAN

Sumberlesung Krajan

7

1994 – 2001

MUHYAR ISMAIL B.A

Sumberlesung Krajan

8

2002 – 2003

PJ. KADES MISLAN

Karang Kebun

9

2003 – Sekarang

SUMARDI

Sumberlesung Krajan

Sejarah Pembangunan Desa

            Pembangunan di Desa Sumberlesung dapat di catat dalam beberapa era kemimpinan para kepala desa yang masing-masing memiliki hal-hal yang menonjol sebagai berikut :

  1. Masa kepemimpinan Bapak Sari Karjo ( 1948 – 1969 )
    1. Pembuatan Dam Ancer terletak di Desa Sumber Bulus.
    2. Pembuatan Dam Trapas terletak di Dusun Lao’.
    3. Pembuatan Dam Sungai Penang terletan di Dusun Karang Kebun.
    4. Masa kepemimpinan Bapak Haji Fathollah ( 1969 – 1983 )
      1. Pembentukan Lembaga Sosial Desa.
      2. Pembentukan LKMD.
      3. Pembuatan Bruk di dusun Karang Bireh oleh LKMD.
      4. Pembangunan kantor desa oleh LKMD.
      5. Pembangunan gapura desa oleh LKMD.
      6. Pembuatan Bruk Sungai Manteng di Dusun Krajan.
      7. Masa kepemimpinan Bapak Abdurrahman ( 1984 – 1994 )
        1. Rehab kantor dan Balai Desa.
        2. Pembuatan MCK di Kantor Desa
        3. Membuat gorong-gorong di Karang Bireh.
        4. Pembangunan saluran arus kiri di Dusun Lao’.
        5. Pembangunan Pasar Desa.
        6. Pemugaran 20 rumah tidak layak huni dari dana Depsos.
        7. Membuat jembatan di Karang Bireh.
        8. Pembangunan irigasi di Dusun Lao’.
        9. Rehab jembatan di Karang Bireh.
        10. Masa kepemimpinan Bapak Mislan ( 2002 – 2003 )
          1. Rehab rumah layak huni 5 unit
          2. Pembangunan trotoar lingkar alun-alun di Dusun Krajan dari dana P2MPD
          3. Pembuatan kolam ikan di Karang Bireh dari dan DISNAKER
          4. Bantuan kambing dan alat tukang dari Depsos
          5. Masa kepemimpinan Bapak Sumardi ( 2003 – Sekarang )

Demografi

             Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa Tahun 2010, jumlah penduduk Desa Sumberlesung adalah 7412 jiwa yang terdiri dari 3539 laki-laki, 3873perempuan serta 2395 Kepala Keluarga. Sebagai tertera dalam tabel berikut :

No

Usia

Jumlah

Prosentase

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

0 – 4 tahun5 – 9 tahun

10 – 14 tahun

15 – 19 tahun

20 – 24 tahun

25 – 29 tahun

30 – 34 tahun

35 – 39 tahun

40 – 44 tahun

45 – 49 tahun

50 – 54 tahun

55 – 59 tahun

60 – 64 tahun

65 – 69 tahun

70 – 74 tahun

75 +

 

611 orang

635 orang

640 orang

634 orang

617 orang

513 orang

524orang

514 orang

585 orang

573 orang

456 orang

281 orang

245 orang

231 tahun

200 tahun

153 tahun

%

%

%

%

%

%

%

%

%

%

%

%

%

Jumlah

7412 orang

%

Dari  data diatas nampak bahwa penduduk produktif Desa Sumberlesung pada usia 19 sampai 40 tahun sekitar 3387 orang atau 41,12 %. Hal ini merupakan modal berharga bagi pengadaan SDM  produktif.

Letak Geografis

Desa Sumberlesung dengan luas 319.515 Ha tergolong subur untuk pertanian, perkebunan dan kegiatan ekonomi yang lainnya. Secara umum Desa Sumberlesung mempunyai  ciri tanah berombak 80 % dan tanah datar sekitar 20 %  dengan suhu berkisar 26º C – 22 º C. Dengan pembagian untuk luas lahan pemukiman 112.622 Ha, Lahan untuk pertanian 272.29 Ha, Luas lahan Perkebunan 13.927 Ha, dan lahan untuk fasilitas umum seperti tempat rekreasi dan lapangan olah raga 1.2089 Ha. Total luas keseluruhan 406.2480 Ha. dengan tingkat kesuburan tanah sebagai berikut ;

~ Katagori Subur 164.9 Ha

~ Katagori Sedang 107.39 Ha

~ Katagori tidak subur / kritis 172.72 Ha

Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 370 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten Jember tahun 2004, selama tahun 2004 curah hujan di Desa Sumberlesung rata-rata mencapai 72 mm.

Secara administratif, Desa Sumberlesung terletak di wilayah Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga.Di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sumberbulus.Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lembengan.. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Ledokombo.Di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sumbersalak.

Jarak tempuh Desa Sumberlesung ke ibu kota kecamatan adalah 4 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten adalah 30 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1jam. Jarak tempuh ke ibukota provinvi adalah 250 km, sedangkat Ibukota Negara adalah 1000 km.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: